Sabtu, 16 April 2011

Al-Hassan Ibn al-Haytham, Peletak dasar Ilmu Optika dan Ahli Fisika

Tak banyak orang yang mengetahui bahwa orang pertama yang menjelaskan mengenai mekanisme penglihatan pada manusia, yag menjadi dasar teori optik modern saat ini, adalah seorang ilmuwan muslim asal Irak bernama Ibnu al-Haytham. Beliau mempunyai nama lengkap Abu Ali al-Haytham al-Basri al-Misri dan masyarakat Barat menyebutnya sebagai Avenalan, Avenetan, atau Alhazen. Haytham lahir di Basrah, Irak sekitar tahun 1038 M. Di masa hidupnya, beliau juga tercatat sebagai ahli fisika pertama dari kalangan Islam.
Ibnual-Haytham dibesarkan dalam keluarga yang akrab dengan dunia ilmu pengetahuan. Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir dengan tujuan utama untuk meneruskan pendidikan di Universitas al-Azhar. Di negeri ini, ia melakukan penelitian mengenai aliran dan saluran Sungai Nil. Selanjutnya, ia juga membuat mesin untukk mengatur aliran Sungai Nil yang sering banjir dan menggenangi lahan pertanian rakyat.
Haytham menulis Kamus Optika (Kitab fi al-Manasit) yang memaparkan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk system penglihatan manusia. Secara detail, Al-Haytham juga menjelaskan fungsi dari berbagai bagian mata dan menjelaskan peranan masing-masing bagian dalam penglihatan pada manusia. Ia juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam.
Selain itu, Ibnu al-Haytham juga melakukan percobaan untuk menjelaskan penglihatan binocular dan memberikan penjelasan yang benar tentang bertambahnya ukuran matahari dan bulan ketika mendekati cakrawala. Tak heran jika kemudian “Bapak Optik” dunia ini mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang berhasil menggambarkan seluruh detail dari organ-organ penglihatan pada manusia.
Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Optik terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optika. Pada tahun 1572, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus . dalam buku itu, Haytham juga menunjukkan keyakinannya bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik permukaan yang bercahaya.
Selain sebagai ilmuwan fisika ulung, Ibnu Haytham juga adalah seorang ahli astronomi. Ia mempergunakanmetode astronomi untuk menentukan garis lintang dari berbagai tempat yang ada. Setelah itu, ia dapat menentukan posisi koordinat dari tempat-tempat tersebut. Metode seperti ini masih digunakan oleh para astronom sempai sekarang. Percobaan-percobaan ilmiahnya telah dan masih menginspirasi para ilmuwan lainnya untuk berkarya.

source: 99 Ilmuwan Muslim Perintis Sains Modern; penulis Wahyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar