Jumat, 09 Desember 2011

BGCspiritNovember 2

Belajar untuk berkata kebenaran.

"anakku, jangan takut untuk mengatakan kebenaran, harganya lebih mahal daripada beribu-ribu poho."(ayah George Washington kepada anaknya yang baru berusia  6 tahun , ketika ia menebas pohon ceri muda kesayangan ayahnya itu)

"Barangsiapa menyeru kepada petunjuk (kebenaran dan kebaikan), maka baginya pahala yang di dapat oleh orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun." (HR. Muslim)

BGCspirit November 1

'Wahai para pembawa ilu, apakah kalian mebawanya??sesungguhnya ilmu hanyalah bagi yang mengetahuinya, kemudian dia mengamalkannya, dan perbuatannya sesuai dengan ilmunya. akan datang suatu masa dimana sekelompok orang membawa ilmu, namun ilmunya tidak melampaui tulang selangkanya. batiniah mereka berlawanan dengan lahiriah mereka. dan perbuatan mereka berlawanan dengan ilmu mereka.'(diambil dari buku Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku kata2 mutiara Ali bin Abi Thalib dihimpun atas arahan Syaikh Fadhullah Al-Ha'iri)

BGCspirit Desember 1

BGCspirit. Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata, "pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuannya" (Miftah Daris Sa'adah, 2/216)

amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula. menurut para Salaf, tidur yan...g terlarang adalah tidur ketika selesai salat Subuh hingga terbit msatahari. karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai pahala yang berlimpah. mengisi waktu tersebut adalsh keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang shalih. sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah. (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

Minggu, 13 November 2011

BGCspirit Oktober

 'Wahai para pembawa ilmu, apakah kalian membawanya?? sesungguhnya ilmu hanyalah bagi yang mengetahuinya, kemudian dia mengamalkannya, dan perbuatannya sesuai dengan ilmunya. akan datang suatu masa dimana sekelompok orang membawa ilmu, namun ilmunya tidak melampaui tulang selangkanya. batiniah mereka berlawanan dengan lahiriah mereka. dan perbuatan mereka berlawanan dengan ilmu mereka.'(diambil dari buku Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku kata2 mutiara Ali bin Abi Thalib dihimpun atas arahan Syaikh Fadhullah Al-Ha'iri)

Sabtu, 16 April 2011

Al-Hassan Ibn al-Haytham, Peletak dasar Ilmu Optika dan Ahli Fisika

Tak banyak orang yang mengetahui bahwa orang pertama yang menjelaskan mengenai mekanisme penglihatan pada manusia, yag menjadi dasar teori optik modern saat ini, adalah seorang ilmuwan muslim asal Irak bernama Ibnu al-Haytham. Beliau mempunyai nama lengkap Abu Ali al-Haytham al-Basri al-Misri dan masyarakat Barat menyebutnya sebagai Avenalan, Avenetan, atau Alhazen. Haytham lahir di Basrah, Irak sekitar tahun 1038 M. Di masa hidupnya, beliau juga tercatat sebagai ahli fisika pertama dari kalangan Islam.
Ibnual-Haytham dibesarkan dalam keluarga yang akrab dengan dunia ilmu pengetahuan. Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir dengan tujuan utama untuk meneruskan pendidikan di Universitas al-Azhar. Di negeri ini, ia melakukan penelitian mengenai aliran dan saluran Sungai Nil. Selanjutnya, ia juga membuat mesin untukk mengatur aliran Sungai Nil yang sering banjir dan menggenangi lahan pertanian rakyat.
Haytham menulis Kamus Optika (Kitab fi al-Manasit) yang memaparkan berbagai ragam fenomena cahaya termasuk system penglihatan manusia. Secara detail, Al-Haytham juga menjelaskan fungsi dari berbagai bagian mata dan menjelaskan peranan masing-masing bagian dalam penglihatan pada manusia. Ia juga menjelaskan tentang ragam cahaya yang muncul saat matahari terbenam.
Selain itu, Ibnu al-Haytham juga melakukan percobaan untuk menjelaskan penglihatan binocular dan memberikan penjelasan yang benar tentang bertambahnya ukuran matahari dan bulan ketika mendekati cakrawala. Tak heran jika kemudian “Bapak Optik” dunia ini mampu memecahkan rekor sebagai orang pertama yang berhasil menggambarkan seluruh detail dari organ-organ penglihatan pada manusia.
Selama lebih dari 500 tahun, Kitab Optik terus bertahan sebagai buku paling penting dalam ilmu optika. Pada tahun 1572, karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan judul Opticae Thesaurus . dalam buku itu, Haytham juga menunjukkan keyakinannya bahwa sinar cahaya keluar dari garis lurus dari setiap titik permukaan yang bercahaya.
Selain sebagai ilmuwan fisika ulung, Ibnu Haytham juga adalah seorang ahli astronomi. Ia mempergunakanmetode astronomi untuk menentukan garis lintang dari berbagai tempat yang ada. Setelah itu, ia dapat menentukan posisi koordinat dari tempat-tempat tersebut. Metode seperti ini masih digunakan oleh para astronom sempai sekarang. Percobaan-percobaan ilmiahnya telah dan masih menginspirasi para ilmuwan lainnya untuk berkarya.

source: 99 Ilmuwan Muslim Perintis Sains Modern; penulis Wahyu

Buramnya Wajah Pendidikan Indonesia

       Potret buram dunia pendidikan Indonesia saat ini, setidaknya semakin menambah suram masa depan generasi kita. Salah satunya adalah mahalnya biaya pendidikan yang setiap tahunnya terus meningkat, khususnya perguruan tinggi. Persoalan ini memang persoalan klasik yang selalu hadir dari tahun ke tahun.
        Mahalnya biaya pendidikan ini bukan tanpa sebab, ada kebijakan yang mengkondisikan pendidikan kita menjadi mahal. Hal ini dimulai ketika Indonesia ikut dalam arus liberalisasi pendidikan melalui GATS (General Egreement on Trade Service) yang menjadikan pendidikan sebagai komoditas perdagangan. Selanjutnya tahun 2000 mencuat isu BHMN (Badan Hukum Milik Negara) yang kemudian berubah BHP (Badan Hukum Pendidikan), walaupun pada akhirnya UU BHP ini dicabut oleh pemerintah.
       Tapi arus liberalisasi ini tidak berhenti. Kini istilah BLU (Badan Layanan Umum), Perguruan Tinggi (PT) dituntut untukberbisnis jika ingin mengembangkan dirinya. Selain itu sebelumnya, pada tahun 2007 dikeluarkan peraturan presiden No 77 yang menyatakan sector pendidikan sebagai bidang usaha yang bisa dimasuki investor asing dengan menyertakan modal maksimum 48%. Dengan logika “dagang” ini tentu tidak mengherankan jika pendidikan kita menjadi mahal, karena orientasinya adalah mencari untung.
     Itu dari segi biaya pendidikan, lalu bagaimana dengan kualitas pendidikan kita? Kualitas pendidikan Indonesia saat ini sangat menyedihkan. Menurut laporan United Nation Development Program (UNDP), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2007 menempatkan Indonesia berada pada urutan ke 108 dari 177 negara. Lalu bagaimana dengan para lulusannya? Menurut data Badan Pusat Statistik, angka pengangguran lulusan Universitas di Indonesia telah mencapai sekitar 385.000 orang pada tahun 2005. (kompas (22/9/2006)). Bahkan dari data yang terbaru pada tahun 2007 meningkat menjadi 739.206 orang.
      Potret buram diatas menggambarkan kondisi pendidikan kita yang menyedihkan. Kondisi diatas tidak bisa dilepaskan dari cengkeraman ideology kapitalisme. Pengadopsian kebijakan kapitalis dalam dunia pendidikan memang semakin menguat. Dalam system kapitalis, peran Negara memang diminimalisasi, bahkan ditiadakan, Negara hanya sebagai regulator (pengatur atau pengawas), sementara peran swasta pun dioptimalkan.  Akibatnya, sekolah dan kampus harus jungkir balik mencari dana. Jalan pintas yang diambil adalah dengan menaikkan biaya pendidikan, yang menjadi korban dalam hal ini tentu adalah orang-orang miskin. Tingginya biaya inipun setidaknya akan mempengaruhi kualitas pendidikan yang akan diberikan. Semakin tinggi biayanya, kualitasnya pun semakin terjamin. Sementara yang murah jangan ditanya kualitasnya tentu apa adanya.
      Berbeda halnya dengan Islam, pendidikan dalam Islam begitu diperhatikan. Bahkan Islam mewajibkan Negara untuk menyediakan pendidikan bebas biaya kepada warganya, baik muslim maupun non-muslim. Sejarah Islam telah mencatat bagaimana kebijakan-kebijakan para khalifah dalam menyediakan pendidikan gratis bagi rakyatnya. Sejak abad IV H para khalifah membangun berbagai perguruan tinggi dan berusaha melengkapinya dengan berbagai sarana dan prasarana.
     Dengan fasilitas yang lengkap, serta keunggulan sistemnya,pendidikan Islam mampu mencetak para ilmuwan yang ternama. Bahkan karya-karyanya menjadi rujukan dalam dunia pendidikan sampai saat ini. Diantaranya , Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Al-Farazi dalam bidang Astronomi, Al-Farabi dalam bidang Geografi, Ibnu Hisyam dalam bidang Sejarah, serta ilmuwan lainnya yangtelah lahir dari pendidikan Islam.
      Dari uraian diatas, ada beberapa langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas bagus bahkan berstandar dunia, diantaranya:
  1. Bebas dari cengkeraman strategi pendidikan kapitalisme
  2. Falsafah dan tradisi keilmuan terpancar dari ideologi Islam
  3. Industri-industri serta sumber daya ekonomi yang strategis dikuasai oleh Negara dan tidak memberi peluang asing untuk menguasainya, sehingga alaokasi dana untuk pengembangan pendidikan akan mencukupi bahkan melimpah.
    Demikianlah pengaturan Islam dalam mengatur pendidikan, namun semua ini bisa terwujud ketika ada sebuah negara yang memang menerapkan Islam secara kaafah. Negara itu tidak lain adalah Khilafah Islamiyyah ala minhaj nubuwwah, dan tugas kita sekarang adalah berjuang untuk mengembalikan kehidupan Islam di dunia melalui bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah. Karena dengan Khilafah kehidupan akan sejahtera, baik pendidikan atau dalam bidang yang lain . Wallahu a'lam bishshawab

BGCspirit 4

Untuk menjadi sebilah pedang, sepotong besi harus melewati pembakaran dan ditempa puluhan kali. Jika kita menyerah pada 1, 2, atau 3 kali ujian hidup yang menimpa kita, maka bersiap-siaplah hanya menjadi sepotong besi seumur hidup.

BGCspirit 3

Tancapkanlah! Mawar keyakinan di jiwamu. jangan hiraukan duri yang menjadi keraguan. Pikirkanlah kelak, apabila dia sudah memiliki akar dan tumbuh subur di kehidupanmu. Memberikan keindahan dalam setiap harumnya... Hingga menjadikanmu sebagai pemenang dalam mengarungi kehidupan!

BGCspirit 2

"Kehidupan ini baagai sebuah lilin kecil yang menyala. Suatu saat nanti pasti akan padam. Manfaatkan terangmu sebelum datang gelap" jangan sia-siakan kesempatan yang kau miliki (The Light of Little Candle)

BGCspirit 1

"manusia wajib mengetahui kebaikan dan melaksanakannya. siapa saja yang mengumpulkan keduanya, dia telah memiliki dua kemuliaan sekaligus. siapa saja yang mengetahui kebaikan, tapi tidak melaksanakannya, maka dia baik dalam pengetahuan, tapi buruk dalam perbuatan" (Ibn Hazm, al-Akhlaq was Siyar, I/26)